HUT 10 Tahun KSTV 2017 Sparkling Specta HUT10 KSTV
 
|

Syarat, Kelengkapan Komplit, Tidak Perlu Ijin Walikota Kediri Untuk Usaha

Service City Kota Kediri

 

 

Yanuar Dedy

Kediri – Di tengah kemajuan era teknologi dan globalisasi yang menjamur diseluruh lapisan usia masyarakat dan penjuru tanah air, membuat Kota Kediri yang hanya berpenduduk sekitar 320 ribu jiwa dengan 3 Kecamatan dan 46 Kelurahan dan termasuk kategori Kota Kecil melakukan serangkaian pembenahan dan perbaikan disegala bidang. Termasuk pelayanan terhadap masyarakat.

Di hari jadinya yang ke 1137 ini pemerintah kota Kediri ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakatnya melalui branding city terbarunya “Harmoni Kediri The Service City” , yang dilaunching, Sabtu (30/07/2016) siang.

Melalui branding terbaru ini, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar ingin memberikan kemudahan-kemudahan dalam keharmonisan yang ada di Kota Kediri dengan segala bentuk pelayanan terbaik bagi masyarakat .

“pelayanan pelayanan semua akan terus kita perbaiki mulai dari pelayanan puskesmas selama 24 jam, Kantor Kelurahan yang nyaman dan gratis hingga perijinan usaha atau ijin lain tak perlu dari saya jika memang sitemm syarat dan kelngkapannya sudah beres” Kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Dengan komitmen pelayanan yang terbaik untuk masyarakat kota Kediri ingin menjadi kota jasa dan pendidikan, yang diHarapkan mampu memberikan pelayanan bagi masyarakat Dan menjadi kota pelayanan bagi investor yang akan membuka usaha di Kota Kediri.

Dedy, salah seorang warga yang hadir dalam acara seminar Launching Branding Harmoni Kediri The Servidce City, berharap Kota Kediri tidak hanya lip service semata, namun juga diwujudkan dengan nyata atas apa yang telah dipaparkan dalam seminar. “semoga tidak hanya ucapan yaa mas, karena jika benar service city, Kota Kediri bisa jadi contoh Kota lain dalam hal perbaikan pelayanan, apalagi soal ijin usaha, Ktp dan lain-lain” jelas salah seorang pemuda yang sekaligus pegawai bank swasta di Kota Kediri kepada Kstv.Co.Id

Launching branding “Harmoni Kediri The Servis City” dilakukan bersama dengan seminar yang rencananya diikuti oleh 20 kepala daerah, bupati maupun walikota di Jawa timur namun karena berhalangan hadir karena acara lain, termasuk Gubernur Jawa Timur Seokarwo maka seminar hanya dihadiri oleh sekitar 7 Kepala Daerah tersebut mengusung tema peran identitas kota untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. (Ad/Yd)