HUT 10 Tahun KSTV 2017 Sparkling Specta HUT10 KSTV
 
|

Sambal Pecel

Blitar, kstv.co.id – Akibat mahalnya harga cabe yang saat ini mencapai 70 ribu rupiah per kilogramnya,  membuat para produsen sambal pecel di Kota Blitar menaikkan tarif penjualannya. Ini dilakukan guna menghindari kebangkrutan, sekaligus menjaga mutu sambal pecel yang selama ini sudah terlanjur dikenal oleh masyarakat atau konsumen.

Naiknya harga cabe yang per kilogramnya mencapai 70 ribu rupiah, membuat para produsen sambal pecel di Kota Blitar terpaksa menaikkan harga penjualannya di pasaran. Ini dilakukan agar kwalitas sambal pecel yang sudah dikenal para konsumen tetap terjaga mutunya dan tidak sampai bangkrut. Seperti produsen sambal pecel milik Hajah Suyati asal Karangsari Kota Blitar.

Sejak harga cabe mahal, dirinya terpaksa menaikkan harga jual sambal pecel hingga 50 persen. Awalnya harga sambal pecel kemasan plastik kecil 2 ons harganya 4.000 rupiah, namun sekarang dinaikkan menjadi 6.000 rupiah. Meski dirinya mengaku takut akan tidak laku, namun untungnya para konsumen dapat menyadari kenaikkan harga ini. Jika suatu saat harga cabe kembali turun, maka harga jual sambal pecel juga akan diturunkan seperti sediakala.

Sementara itu proses pembuatan sambal pecel ini dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu minggunya. Dalam satu kali pembuatan dibutuhkan sekitar 1 kwintal bahan baku kacang yang kemudian di goreng dan digiling dengan mesin. Bahan baku lain seperti halnya cabe, bawang putih, bawang merah ataupun kencur serta daun jeruk nipis menjadi komposisi utama pembuatan sambal pecel. Selama ini Kustin Maharani yang merupakan putri Hajah Suyati menjadi penerus usaha ibunya. Para pelanggan atau konsumen cukup mendatangi rumah Suyati untuk mendapatkan sambal pecel yang sudah dikenal sejak tahun 1990 lalu.(yud/hyd)


Tags: ,