HUT 10 Tahun KSTV 2017 Sparkling Specta HUT10 KSTV
 
|

Plintat-Plintut, PSSI Tuai Kecaman dari Persik

Jakarta, kstv.co.id –  Akibat keputusannya yang kerap berubah, PSSI mendapat kritikan dari banyak pihak. Kali ini giliran Persik Kediri mengumbar kekecewaan.

PSSI merombak kembali format kompetisi dua wilayah, yang tak sesuai aturan, menjadi satu wilayah, namun dengan jumlah peserta lebih banyak daripada sebelumnya. PSSI kemudian menunjuk sejumlah klub untuk mendapat prioritas verifikasi.

14 klub dari Liga Super musim lalu ditambah empat klub promosi dari Divisi Utama musim lalu memang layak mendapat keistimewaan. Namun PSM Makassar, Persibo Bojonegoro, PSMS Medan, Persebaya Surabaya dan PKT Bontang ikut diprioritaskan dengan alasan yang mengundang pertanyaan.

Verifikasi ini juga berarti menganulir keputusan sementara hasil verifikasi awal, yang sebenarnya sudah meloloskan enam klub. Mereka adalah Persibo Bojonegoro, Persik Kediri, PSIS Semarang, Persikota Tangerang, Persis Solo, dan Persebaya Surabaya.

Persik pun geram, pasalnya verifikasi awal tersebut diklaim PSSI sesuai dengan pedoman AFC.

“Saya baru tahu tadi pagi setelah mendengar beritu itu. Persik tidak masuk dalam daftar 24 klub itu. Walaupun masih memiliki peluang. Tetapi, saya minta PSSI harus jujur dalam verifikasi,” ujar Jaya Hartono, yang menganggap PSSI plin-plan mengambil keputusan.

“Kemarin ada orang yang bengak-bengok (teriak-teriak) bahwa klub LPI tidak boleh masuk. Tetapi kenapa sekarang, ketika ada yang duduk, mereka justru diam,” sindir mantan pelatih Persib Bandung itu

Jaya mempertanyakan keputusan PSSI yang bukannya memberi hukuman kepada sejumlah klub yang menyeberang ke Liga Primer Indonesia, namun justru memberi mereka keistimewaan. Klub-klub tersebut adalah PSM Makassar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro.

“Kalau kita menegakkan statuta PSSI, peraturan yang sudah ditetapkan, seharusnya dipegang peraturan itu. Kalau tidak, nanti akan ditertawakan orang. Karena sekarang ini, semua orang sudah tahu. Terus terang saya kecewa, karena tidak konsisten,” ungkap Jaya.

Hal ini, diakui sang pelatih, mengguncang moral para pemain. Motivasi latihan tim berjuluk Macan Putih itu mengalami penurunan.

“Saya langsung memberikan suport kepada para pemain. Saya katakan bahwa, apapun yang terjadi pada tim, latihan adalah untuk anda semua. Jadi, jangan terpengaruh dengan kondisi tersebut,” terang Jaya.

Jaya mengaku, belum mengetahui langkah manajemen Persik menyikapi kegagalan di level 1. Dia berharap manajemen segera mengambil langkah strategis dalam mengusahakan Persik.[beritajatim/yob]

beritajatim.com


Tags: ,