HUT 10 Tahun KSTV 2017 Sparkling Specta HUT10 KSTV
 
|

Persikmania: Gubernur dan Kapolda Harus Turun Tangan

Kediri, kstv.co.id – Persikmania, selaku pendukung fanatik Persik Kediri, sangat menyayangkan indisen penyerangan yang dilakukan oleh ratusan suporter berseragam Bonek terhadap puluhan Deltamia, suporter Deltras Sidoarjo, di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (01/06/2012) .

Persikmania berharap konflik antar suporter sepakbola Jawa Timur yang semakin berkepanjangan, supaya segera diakhiri. “Sejak awal, kami sudah mengupayakan agar suporter di Jatim ini bisa didamaikan. Dahulu, waktu Kapolres Kediri Kota masih dijabat AKBP Mulya Hasudungan Ritonga pernah memprakarsai ikrar perdamain antarsuporter yang berlangsung di Polda Jawa Timur. Tetapi, kesepakatan itu malah diingkari,” ujar Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) Kediri M. Hanif .

Penyerangan terhadap Deltamania yang hendak pulang ke Sidoarjo, usai menyaksikan pertandingan antara Deltras dengan Persela Lamongan oleh oknum suporter berbaju pendukung Persebaya, menurutnya, karena kekurangtahuan para suporter baru atau kalangan bawah atas pertemuan tersebut. Oleh karena itu, dia berharap, pertemuan antarsuporter sepakbola di Jawa Timur dapat digelar secara intensif dan berkesinambungan.

“Sudah setengah tahun ini pertemuan itu tidak diteruskan. Kenapa tidak diteruskan? Nah ini, makanya Polda Jatim harus bisa memfasilitasi. Bapak Kapolda bisa memanggil masing-masing koordinator suporter di Jawa Timur untuk kumpul kembali. Sebab, jika konflik ini dibiarkan, maka akan sangat berbahaya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga harus ikut andil dalam proses perdamaian ini,” pinta Hanif.

Seperti telah diberitakan, dalam insiden tersebut dilaporkan bahwa ratusan orang Bonek berseragam tersebut membawa batu dan pedang, menghadang suporter Deltras yang hendak pulang ke Sidoarjo. Akibatnya tawuran pun tak terhindari. Sedikitnya tiga supoter Deltras harus dilarikan dan menjalani perawatan intensif di RS Mutiara Hati, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Ketiga suporter Deltras Sidoarjo ini terpaksa mendapat perawatan intensif di RS Mutiara Hati, setelah ketiganya terluka karena diserang ratusan Bonek yang menghadang perjalanan mereka. Masing-masing korban adalah Ahmad Yakaria (16) warga Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dengan jari tangan putus karena sabetan pedang. (beritajatim)


Tags: