Jadwal Persik Divisi Utama 2013 Liga Indonesia Kstv.co.id Klik Disini
 
|

Pengrajin Pisau Limbah Baja Pabrik

Tulungagung, kstv.co.id – Tak selamanya limbah tidak berguna. Di Tulungagung sejumlah pengrajin pandai besi memanfaatkan limbah baja pabrik untuk aneka produk pisau dapur dan sejenisnya yang bernilai ekonomis. Namun sulitnya pemasaran membuat sejumlah pengrajin gulung tikar. Kini industri kecil mereka juga terancam masuknya pisau produk Cina dalam pasar bebas tahun ini.

Serpihan-serpihan besi baja limbah pabrik ini seolah tak ada nilainya. Namun ditangan pengrajin pandai besi Sumarno, 53 tahun, warga Desa Kiping, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung justru mampu dijadikan produk yang bernilai ekonomis tinggi. Diantara produk yang bisa dibuat dari besi baja limbah ini adalah pisau dapur dan aneka alat pertanian. Untuk membuatnya tidaklah terlalu sulit. Baja-baja ini diluruskan, agar mudah dipotongi sesuai bentuk pisau.

Setelah dipotongi sesuai ukuran, besi baja pun dipanaskan dalam kawah api hingga 120 derajat selama 10 menit. Tujuannya agar besi baja padat dan mudah ditajamkan. Semua produksi ini menggunakan alat tradisional. Selain pisau produk dari limbah baja pabrik ini, juga bisa dijadikan sabit atau celurit. Dibanding dengan produk pisau lain, bahan baku besi baja bekas pabrik diakui Sumarno produknya lebih berkualitas dibanding memakai besi lain. Ketajamannya lebih lama dan memiliki kekuatan bagus dibanding produk pisau pabrikan.

Sumarno, perajin pisau mengatakan, setiap hari dengan dibantu 25 karyawannya mampu memproduksi sedikitnya 1.500 biji beragam produk, seperti pisau, celurit, cangkul dan cetok. Karena kualitasnya, produknya ini diminati konsumen di berbagai daerah mulai Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Solo dan Semarang hingga Banten. Setiap biji pisau dijual dengan harga 2 ribu rupiah, sementara untuk pemesanan per kodi berisi 20 hanya 40 ribu rupiah. sementara produk lain dijual mulai harga 7 ribu hingga 40 ribu rupiah.

Kini meski sudah 20 tahun berkembang, sulitnya pemasaran dan modal membuat sejumlah pengrajin pandai besi yang bertahan di desa ini hanya beberapa orang. Bahkan kini memasuki perdagangan bebas dengan produk Cina, para pengrajin mulai khawatir kalah bersaing, karena produk pisau mereka ditolak masuk swalayan maupun pasar modern. Sementara produk Cina dengan harga murah dan jumlah besar dipastikan akan terus menyerbu pasar modern maupun tradisional.(a6/hyd)


Related Posts

  1. Pengrajin Batu Aji
  2. Kerajinan Wayang Pho Thay Hie
  3. Curi Besi Kuningan Ditangkap
  4. Pengrajin Bendera Kebanjiran Order
  5. Harga Sembako Terus Melonjak

Tags: ,